https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/issue/feed Prosiding Hang Tuah Pekanbaru 2021-04-26T10:34:58+00:00 Jasrida Yunita jasridayunita@htp.ac.id Open Journal Systems <p>Prosiding STIKes Hang Tuah Pekanbaru</p> https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/73 PENYULUHAN ANEMIA DEFESIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GARUDA 2021-04-26T09:15:25+00:00 Liva Maita liva@htp.ac.id Ayu Nopita Sari ayuns@htp.ac.id Wan WanNisaDestriana wannisa@htp.ac.id <p>Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantara karena anemia . Penelitian menunjukkan bahwa angka kematian ibu adalah 70% dari ibu yang menderita anemia dan 19,7% mereka yang non- anemia. Tujuan Pengabdian untuk meningkatkan pehaman masayarakat mengenai anemia terkhusus nya anemia defesiensi zat besi pada ibu hamil. Kegiatan ini dilaksakanakan pada tanggal 24 Agustus 2018 di Puskesmas Garuda yang diikuti oleh 18 orang Ibu hamil dan Masyarakat dengan metode penyuluhan. Kegiatan ini memberikan hasil Pengunjung memahami materi Anemia yang disampaikan oleh pemateri. Pengunjung yang hadir antusias dalam mengikuti penyuluhan dan Terjadi diskusi antara penyaji dan pengunjung. Peserta aktif bertanya mengungkapkan masalah yan dialaminya seputar anemia. Kepada Pihak Puskesmas diharapkan rutin untuk memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat terutama permsalahan yang sering dialami oleh ibu hamil.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/74 PIJAT BAYI DALAM MENINGKATKAN TUMBUH KEMBANG BAYI 2021-04-26T09:19:01+00:00 Rika Andriyani rikaandriyani@htp.ac.id Novita Lusiana Sarmin novitals@htp.ac.id <p>Pijat bayi merupakan Sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi. Tujuan pengabdian masyarakat diharapakan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan kader dan ibu balita tentang pijat bayi. Metode Kegiatan yang dilakukan dengan cara memeberikan pendidikan kesehatan (Penyuluhan) tentang pijat bayi, demonstrasi pelaksanaan pijat bayi. Lokasi kegiatan dilaksanakan di di posyandu yang terletak di RW 10 Kecamatan Tangkerang Labuai. Hasil Pelaksanaan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman kader dan ibu balita tentang pijat bayi, dilihat dari kemampuan ibu bayi dan kader dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri. meningkatnya keterampilan ibu balita dalam memijat bayi, sehingga dimungkinkan peserta dapat melakukan pijat bayi sendir, hanya 50 % ibu yang mendapatkan pelatihan pijat bayi yang melakukan nya kembali dirumah secara rutin dan berkesinambungan. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk mengadakan kegiatan serupa pada kelompok ibu balita pada tempat yang berbeda, untuk dapat menjadikan kegiatan pijat bayi ini menjadi kegiatan rutin di Posyandu.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/75 KESEHATAN ORGAN INTIM KEWANITAAN 2021-04-26T09:22:13+00:00 Octa Dwienda Ristica octadwienda@htp.ac.id <p>Kebersihan organ genetelia penting untuk dijaga, karena kuman mudah untuk masuk dan meyebabkan penyakit pada saluran reproduksi, Kurangnya menjaga kebersihan organ genitalia eksterna seperti seringnya penggunaan sabun pembersih kewanitaan, jarangnya mengganti pembalut saat menstruasi, penggunaan alat pewangi didaerah kemaluan serta seringnya membiarkan organ intim dalam keadaan basah merupakan sebagian faktor penyebab terjadinya keputihan. penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyuluhan mengenai kesehatan organ kewanitaan. Hasil penyuluhan ini menunjukkan sebagian besar siswi SMPN 1 Pandau mempunyai pengetahuan yang luar biasa tentang kesehatan organ intim kewanitaan.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/76 PELAKSANAAN SENAM KESEGARAN JASMANI DALAM UPAYA MENGGALAKKAN GERAKAN MASYARAKAT SEHAT (GERMAS) DI KELURAHAN MAHARANI KECAMATAN RUMBAI 2021-04-26T09:24:20+00:00 Eka Maya Saputri maya.eka72@yahoo.com Kiki Megasari kikimega@htp.ac.id Tania Valentina taniav@htp.ac.id <p>Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangas dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berprilaku sehat utuk meningkatkan kualitas hidup. GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada 3 kegiatan yaitu melakukan aktifitas fisik selama 30 menit perhari, mengkonsumsi buah dan sayur, dan memeriksakan kesehatan secra rutin. Senam aerobik adalah senam untuk meningkatkan kesegaran jasmani yang bukan untuk dijadikan suatu ajang perlombaan ataupun prestasi. Aerobik juga termasuk ke dalam olahraga preventif yang bisa dilakukan secara massal. Kegiatan sosialisasi dan praktik senam kesegaran jasmani yang telah diselenggarakan pada tanggal 28 november 2019 pukul 10.00 WIB dilapangan voli di kelurahan Maharani kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, yang dihadiri oleh seluruh warga RW 002 RT 002 tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk menjaga kesehatan jantung dan kebugaran badan. kehidupan manusia tidak terlepas dari aktivitas fisik dimana aktivitas fisik merupakan bagian dari kehidupannya. Banyak orang membutuhkan yang namanya olahraga, karena jasmani seseorang perlu dijaga agar tubuh tetap sehat, bugar dan tidak kaku. Banyak orang membutuhkan yang namanya olahraga, karena jasmani seseorang perlu dijaga agar tubuh tetap sehat, bugar dan tidak kaku.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/77 Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Bahaya Gigitan Nyamuk Pada Bayi, Balita dan Ibu Hamil 2021-04-26T09:28:16+00:00 Ika Putri Damayanti ikaputridamayanti@gmail.com Dita Rahifah ditarfh@htp.ac.id <p>Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap individu masyarakat yang harus dipenuhi oleh setiap bangsa dan negara. Termasuk kewajiban negara untuk memproteksi masyarakatnya tertular penyakit yang dianggap berbahaya.</p> <p>Berdasarkan hasil survey mahasiswa DIII Kebidanan Stikes Hang Tuah Pekanbaru yang dilakukan di RT 003 RW 003 Desa/Kelurahan Maharani, Kecamatan Rumbai didapatkan bahwa mayoritas rumah penduduk banyak terdapat Nyamuk dan agas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti malaria, Demam Berdarah <em>Dengue </em>(DBD), chikungunya, demam kuning, filariasis limfatik dan <em>japanese ancehephalitis </em>(radang otak)</p> <p>Kegiatan sosialisasi kesehatan lingkungan&nbsp; “upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya gigitan nyamuk” yang telah diselenggarakan pada tanggal 27 November 2019 pukul 09.30 WIB di kawasan rumah warga RT 003 RW 003 Kelurahan Maharani Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, yang dihadiri warga setempat. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Bahaya Gigitan Nyamuk dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat untuk dapat menjaga kesehatan lingkungan dari bahaya gigitan nyamuk.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/78 PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN TES HIV PADA IBU HAMIL DI KLINIK DINCE SAFRINA, SST 2021-04-26T09:31:16+00:00 Berliana Irianti berlianairianti@htp.ac.id Widya Juliarti widya@htp.ac.id Yuliana Novita yuliananovita@htp.ac.id <p>Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) ialah sekumpulan tanda atau gejala klinis pada penderita HIV akibat infeksi oportunistik karena penurunan sistem kekebalan tubuh. HIV dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman, pemakaian jarum suntik secara bergantian, dan dari ibu hamil yang terinfeksi HIV ke bayinya</p> <p>Indonesia merupakan salah satu dari negara di Asia yang memiliki kerentanan HIV akibat dampak perubahan ekonomi dan kehidupan sosial. Ibu hamil sangat rentan dalam penularan HIV karena bayi dapat tertular HIV melalui plasenta, proses persalinan, dan saat sang ibu memberi ASI.</p> <p>Sejalan dengan semakin meningkatnya kasus penularan HIV dari ibu keanak, pemerintah melakukan berbagai upaya pengendalian melalui program PPIA (Pencegahan Penularan HIV dari ibu ke anak) atau PMTCT (Prevention of Mother-to-Child Transmission), yaitu melakukan pemeriksaan HIV pada kehamilan secara dini dan mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi merupakan rangkaian upaya pengendalian kasus HIV/AIDS</p> <p>Berdasarkan survey yang dilakukan masih banyak ditemukan masalah dalam hal dikeluarga tentang pentingnya melakukan tes HIV pada ibu hamil di Kecamatan Rumbai Pesisir. Maka dari itu, perlu diatasi dengan diadakannya sosialisasi/ penyuluhan tentang tes HIV dan pemeriksaan pada ibu hamil.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/79 SOSIALISASI DAN PELATIHAN PIJAT BAYI 2021-04-26T09:35:22+00:00 Juli Selvi Yanti juliselviyanti.jsy@htp.ac.id Een Husanah eenhusanah@htp.ac.id <p>Pijat bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Sentuhan dan pelukan dari seorang ibu adalah kebutuhan dasar bayi. Jika pijat bayi dilakukan secara teratur akan meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) yang dapat memicu stimulasi tumbuh kembang karena dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan, dan merangsang perkembangan struktur maupun fungsi otak (Riksani, 2012).Pijat bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Sentuhan dan pelukan dari seorang ibu adalah kebutuhan dasar bayi. Jika pijat bayi dilakukan secara teratur akan meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) yang dapat memicu stimulasi tumbuh kembang karena dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan, dan merangsang perkembangan struktur maupun fungsi otak (Riksani, 2012).<strong>&nbsp; </strong></p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/80 PENYULUHAN ROKOK & NARKOBA DI SMP N 4 SIAK HULU 2021-04-26T09:38:01+00:00 Cecen Suci Hakameri cecen.sh@gmail.com Nia Septia Lisa niasl@htp.ac.id Nurul Latifa nurul@htp.ac.id <p>Rokok merupakan zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat. Narkoba merupakan zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya. Penyuluhan diberikan kepada siswa SMP N 4 Siak Hulu. Remaja merupakan sasaran yang rentan terpengaruh terhadap hal-hal baru, termasuk pengaruh rokok dan narkoba, maka dari itu remaja di SMP 4 Siak hulu diberikan penyuluhan mengenai rokok dan narkoba, sehingga mereka dapat memahami bahaya serta akibat yang dapat ditimbulkan dengan mengkonsumsi rok dan narkoba.&nbsp; Pada saat proses penyuluhan&nbsp; siswa cukup aktif dan bersemangat mengikuti proses penyuluhan yang diberikan.&nbsp; Kemudian dilakukan pre test dan post tes, pada saat pre test masih banyak pertanyaan yang belum bisa terjawab oleh siswa, namun pada saat post test mereka mampu menjawab pertanyaan sebelumnya. Sehingga disimpulkan&nbsp; bahwa siswa menerima dan memahami informasi yang diberikan dengan baik.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/81 Sosialisasi Pencegahan Stunting Dengan Kenali Penyebabnya Di Desa Suka Mulya 2021-04-26T09:41:26+00:00 Risa Pitriani risapitriani@htp.ac.id Liva Maita liva@htp.ac.id Zainatul Faizah zainatulfaizah@htp.ac.id Arlya Sri Merti srimerti@htp.ac.id <p><em>Stunting </em>merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang yang ditandai dengan indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas <em>z</em>-<em>score </em>kurang dari -2 SD. naik melebihi batas normal (Astari,2015). Hal ini disebabkan karena 80-90% jumlah sel otak terbentuk semenjak masa dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Tujuan pengabdain ini diharapkan masyarakat mengerti bahwa ASI Eksklusif dan pemenuhan nutrisi sangat penting bagi bayi dan balita agar terhindar dari stunting. Metode kegiatan yang dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan, melakukan penimbangan BB dan pengukuran TB, mengevaluasi materi yang diberikan dengan menanyakan kembali maeri yang sudah dijelaskan. Hasil pelaksanaan sudah terlihat bahawa dari penyajian materi, ibu-ibu dapat memahami dan mengerti tentang manfaat MP-ASI yang benar yang diberikan kepada balita, sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting. Disarankan kepada puskesmmas agar dapat meningkatkan perhatiannya kepada balita yang mempunyai masalah dengan status gizi. Sebagai upaya pencegahan evaluasi yang digunakan dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan juga mengajarkan ibu tentang pemberian MP-ASI pada bayi dengan benar.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/82 PELAYANAN KB MELALUI PEMASANGAN IMPLAN DAN IUD DALAM RANGKA BAKTI SOSIAL KB-KES IBI PROVINSI RIAU DI STADION RUMBAI PEKANBARU 2021-04-26T09:44:47+00:00 Miratu Megasari Miratu090586@htp.ac.id Hetty Ismainar hetty@htp.ac.id Yulrina Ardhiyanti yulrina@htp.ac.id <p>Keluarga Berencana merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Metode kontrasepsi yang diharapkan adalah yang dapat digunakan secara efektif oleh Pasangan Usia Subur (PUS) baik wanita atau istri maupun pria atau suami sebagai sarana pengendalian kelahiran. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah alat kontrsepsi yang digunakan untuk menunda, menjarangkan kehamilan, serta menghentikan kesuburan, yang digunakan jangka panjang, seperti : IUD, implan dan kontrasepsi mantap. Esensi tugas program Keluarga Berencana menurunkan <em>Total Fertility Rate</em> (TFR) agar dapat mengurangi beban pembangunan demi terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Kegiatan bakti sosial IBI KB–Kesehatan merupakan langkah yang strategis untuk mencapai visi pemerintah provinsi Riau yang sehat dan sejahtera masyarakatnya. Bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dengan tujuan mempercepat pencapaian keluarga sejahtera melalui pelayanan kontrasepsi MKJP.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/83 PENYULUHAN DEMAM BERDARAH DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI TAHUN 2020 2021-04-26T09:48:54+00:00 Yulrina Ardhiyanti yulrina@htp.ac.id Tika Azhari tika@htp.ac.id <p>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus <em>dengue</em> yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk <em>Aedes Aegypti</em>. Demam berdarah <em>dengue</em> muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga mengakibatkan kepanikan di masyarakat karena berisiko meyebabkan kematian serta penyebarannya sangat cepat. Angka kejadian demam berdarah terus meningkat dari 21.092 (tahun 2015) menjadi 25.336 orang (tahun 2016). Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pegetahuan masyarakat tentang peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode yang digunakan adalah penyuluhan terhadap masyarakat dan memberikan leaflet yang berisi tentang informasi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kepada petugas kesehatan agar rutin memberikan informasi tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sehingga kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya menerapkan pencegahan dengan 3M plus.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/84 THE IMPLEMENTATION OF PHBS IN EARLY CHILDREN'S EDUCATION (PAUD) THROUGH HOW TO WASH YOUR HANDS WITH SOAP Correctly 2021-04-26T09:51:28+00:00 Rina Yulviana rinayulviana@htp.ac.id Sri Mayang srimyg@htp.ac.id Resti Utari Resti.utari@yahoo.com <p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencanangkan konsep sekolah sehat (<em>Health Promoting School </em>), adalah sekolah yang telah melaksanakan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dengan ciri-ciri melibatkan semua pihak yang berkitan dengan masalah kesehatan sekolah, menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, memberikan pendidikan kesehatan, ada kebijakan dan upaya sekolah untuk mempromosikan kesehatan dan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Beberapa kegiatan peserta didik dalam menerapkan PHBS di sekolah antara lain mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dengan menerapkan PHBS di sekolah maka peserta didik ikut berperan aktif&nbsp; dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/85 PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU UNTUK MEMPERLANCAR ASI DI BPM HJ.DINCE SAFRINA, S.ST PEKANBARU 2021-04-26T09:54:50+00:00 Rita Afni rita.afni@htp.ac.id Risa Pitriani risapitriani@htp.ac.id <p>Makanan yang paling sesuai untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI), karena ASI memang diperuntukkan bagi bayi sebagai makanan pokok bayi yang mengandung nutrisi lengkap untuk bayi serta berbagai zat anti body sehingga akan jarang sakit. Maka diharapkan para ibu dapat memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya tanpa terkecuali, apapun kendalanya tidak boleh dijadikan alasan seorang ibu memberikan makanan pendamping atau susu formula kepada bayinya sampai usia bayi 6 bulan (Anggraini, 2010)<strong>. </strong>Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di BPM Hj.Dince Safrina, S.ST, M.kes Kec. Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, setelah selesai penyampaian materi tersebut, pemateri mendemostrasikan cara pengolahan sari kacang hijau di depan peserta dan pemateri membuka sesi tanya jawab, peserta memahami materi, dengan mengajukan pertanyaan kepada penyaji, pengabdian pada masyarakat ini berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Hasil kegiatan ini didapatkan para peserta memahami dan mengerti tentang manfaat kacang hijau untuk memperlancar ASI dan akan rutin mengkonsumsi sari kacang hijau.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/86 SOSIALISASI TANDA-TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS GARUDA 2021-04-26T09:57:25+00:00 Ani Triana anitriana@htp.ac.id <p>Usia rentan seorang bayi adalah sejak bayi dilahirkan hingga 28 hari sesudahnya. Pada masa tersebut, jika bayi mengalami sesuatu kelainan ataupun gangguan maka akan mudah menimbulkan kesakitan hingga kematian. Di Puskesmas Garuda masih banyak ibu-ibu yang belum mengetahui tanda-tanda bahaya bayi baru lahir. &nbsp;Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang tanda-tanda bahaya bayi baru lahir. Metode kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan tanda-tanda bahaya bayi baru lahir. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 28 Januari 2018. Sebelum dilakukan penyuluhan tentang dilakukan pertanyaan kepada audience, dari 12 audience yang hadir tidak mengetahui tentang tanda bahaya bayi baru lahir dan tidak tahu bagaimana penanganannya. Lalu setelah dilakukan penyuluhan dan pemeriksaan didapatkan pengetahuan ibu meningkat, dari 12 orang audince 7 orang mengerti tentang tanda-tanda bahaya bayi baru lahir dan penanganannya. Perlunya tenaga kesehatan harus memberikan pendidikan kesehatan pada ibu tentang tanda bahaya bayi baru lahir, sehingga jika bayinya mengalami salah satu tanda ibu langsung segera bertindak dengan datang ke pelayanan kesehatan.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/87 PENYULUHAN TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK USIA BALITA 6-24 BULAN (MP ASI) DI POSYANDU RW 08 PUSKESMAS HARAPAN RAYA KOTA PEKANBARU TAHUN 2020 2021-04-26T10:08:23+00:00 Intan Widya Sari intanwidya@htp.ac.id Riza Febrianti rizafebrianti77@yahoo.com <p>Perubahan kebutuhan dari ASI eksklusif ke makanan pendamping umumnya terjadi pada usia 6-24 bulan, dan periode ini sangat sensitif untuk terjadinya malnutrisi pada anak. Makanan pendamping tidak menggantikan ASI, tetapi secara bertahap memberi tambahan sesuai kebutuhan gizi bayi. Keberhasilan pemberian MP ini dipengaruhi juga oleh perkembangan fungsi sistem syaraf, saluran cerna dan ginjal bayi. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang MP-ASI. Metode yang digunakandalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah tanya jawab dengan menggunakan leaflet. Setelah penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang MP-ASI.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/88 PENYULUHAN IMUNISASI DI DESA PANGKALAN BARU KECAMATAN SIAK HULU KAB. KAMPAR TAHUN 2018 2021-04-26T10:12:05+00:00 Nelly Karlinah nellykarlinah87@gmail.com Nur Israwati nurisrawati@htp.ac.id Melti Marzellina meltimarzellina399@gmail.com <p>Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat di pengaruhi oleh tersedianya sumber daya manusia yang sehat, terampil dan ahli, serta disusun dalam satu program kesehatan dengan perencanaan terpadu yang didukung oleh data dan informasi epidemiologi yang falid. Imunisasi termasuk salah satu upaya untuk menciptakan generasi bangsa yang berkualitas. imunisasi perlu terus ditingkatkan untuk mencapai tingkat population imunity (kekebalan masyarakat) yang tinggi sehingga dapat memutuskan rantai penularan PD3I. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, upaya imunisasi dapat semakin efektif dan efisien dengan harapan dapat memberikan sumbangan yang nyata bagi kesejahteraan anak, ibu serta masyarakat lainnya. Hasil pengabdian didapatkan di desa pangkalan baru kecamatan siak hulu masih belum tercapainya UCI <em>(Utilization Child Imunization</em>) dimana penetapan capaian imunisasi 95%, untuk itu perlu adanya peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan imunisasi. Penyuluhan imunisasi ini dilaksanakan pada tanggal 10-12 Oktober 2018. Hasil dari penyuluhan ini di dapatkan meningkatnya pengetahuan ibu terhadap pengetahuan tentang imunisasi di Desa Pangkalan Baru, Kec. Siak Hulu Kab. Kampar Tahun 2018.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/89 PELATIHAN PEMBERIAN MP-ASI PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 6-12 BULAN DI POSYANDU PERMATA HATI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO PEKANBARU 2021-04-26T10:15:34+00:00 Kiki Megasari kikimega@htp.ac.id Yulrina Ardhiyanti yulrina@htp.ac.id Widya Juliarti widya@htp.ac.id <p>Makanan Pendamping ASI (MP–ASI) adalah&nbsp; makanan atau minuman tambahan selain ASI yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya yang diberikan setelah bayi berumur 6 bulan hingga 24 bulan. Menurut SDKI (2012), penyebab utama kematian pada Balita adalah diare sebesar 25,2%, dan kematian akibat ISPA sebesar 15,5%. Salah satu faktor risikonya adalah karena pemberian MP–ASI secara dini. Posyandu Permata Hati merupakan salah satu layanan kesehatan masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru dengan jumlah bayi terbanyak. Tujuan pengabdian masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kebisaan ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan dalam membuat dan memberikan MP-ASI sesuai usia. Metode kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan tentang MP-ASI, demonstrasi pembuatan MP-ASI, dan evaluasi. Hasil Pelaksanaan, para ibu memahami dengan benar manfaat dan cara membuat MP-ASI, menyadari bahwa pemberian MP–ASI disesuaikan dengan tahapan usianya dan mau membuat MP-ASI tersebut sesuai dengan kebutuhan bayinya. Perlu upaya kreatif untuk dapat menstimulus perilaku masyarakat sehingga diharapkan tercapainya program pemerintah. Bukan hanya penyuluhan yang disajikan kepada mereka dalam upaya merubah perilaku mereka, namun melakukan demonstrasi dan memberikan cendera mata yang bermanfaat bagi mereka merupakan salah satu upaya memberikan stimulus. Kesimpulannya, pengetahuan ibu tentang MP-ASI meningkat, mereka memahami pentingnya memperhatikan pemenuhan gizi dalam setiap tahapan usia bayi dan mengerti cara membuat MP–ASI yang benar, beragam dan sesuai tahapan usia. Disarankan kepada pihak puskesmas dan posyandu untuk dapat melaksanakan pelatihan ini pada kegiatan posyandu minimal 2 kali dalam setahun dan melaksanakan kegiatan yang serupa di tempat yang berbeda.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/90 PELAKSANAAN PIJAT DIARE PADA BAYI DIARE DI PMB MURTINAWITA PEKANBARU TAHUN 2020 2021-04-26T10:18:03+00:00 ee Husanah eenhusanah@htp.ac.id Salnis Midian Haria salnis@htp.ac.id <p>Diare adalah buang air besar dengan frekuensi lebih sering (lebih dari 3 kali sehari) dalam satu hari (24 jam), dan bentuk tinja lebih cair dari biasanya. Diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak di dunia. Departeman Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa diare merupakan pembunuh balita kedua di Indonesia setelah pneumonia.Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini mengatasi masalah diare pada bayi yang mengalami diare. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, tanya jawab tentang materi yang disampaikan serta pelaksanaan pijat pada bayi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dapat mengatasi masalah diare pada bayi dan ibu dapat mempraktikkan pijat diare. Diharapkan untuk asuhan pada bayi diare dapat dilakukan pijat diare sehingga bidan praktik mandiri dapat mengupdate ilmu terutama&nbsp; tentang pijat.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/91 EDUKASI TENTANG PENDIDIKAN SEKS DINI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 69 PEKANBARU PEKANBARU TAHUN 2019 2021-04-26T10:19:55+00:00 Widya Juliarti widya@htp.ac.id Octa Dwienda Ristica octadwienda@htp.ac.id <p>Pendidikan seks merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan tentang fungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, serta komitmen agama agar tidak terjadi "penyalahgunaan" organ reproduksi tersebut. Kasus kekerasan, utamanya kekerasan seksual pada anak, meningkat pesat tahun 2013 meningkat sekitar 30-an kasus tahun 2012, baru pertengahan 2013 sudah meningkat menjadi 535 kasus. Jumlah kekerasan itu, menurut meningkat pesat sejak 2010 yang tercatat ada 42% dari 246 kasus kekerasan pada anak adalah kekerasan seksual pada 2011 ada 50% dari 259 kasus kekerasan pada anak adalah kekerasan seksual, dan pada tahun 2012 ada 62% dari 47 kasus kekerasan pada anak adalah kekerasan seksual. Kejadian-kejadian diatas merupakan dampak dari kurangnya pendidikan seks sejak dini. &nbsp;Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini mengetahui tentang pendidikan seks usia dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, penyampaian materi, dan tanya jawab tentang pemahaman dari materi yang disampaikan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan&nbsp; siswi terhadap materi yang diberikan. Diharapkan kepada orang tua untuk ikut berperan secara aktif dalam memberikan pendidkan seks secara dini karena peran orang tua dan guru sangat penting dalam memberikan pendidikan seks pada anaknya dan sebaiknya dilakukan komunikasi dua arah sehingga anak-anak tidak lagi mengganggap pendidikan seks merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/92 PIJAT BATUK PILEK PADA BAYI DI KELURAHAN MAHARANI KECAMATAN RUMBAI PESISIR 2021-04-26T10:22:01+00:00 Riza Febrianti rizafebrianti77@yahoo.com Juli Selvi Yanti juliselviyanti.jsy@htp.ac.id <p>Pijat merupakan salah satu bentuk dari terapi sentuh yang berfungsi sebagai salah satu teknik pengobatan penting. Bahkan menurut penelitian modern, pijat bayi secara rutin dapat membantu tumbuh kembang fisik dan emosi bayi, disamping mempertahankan kesehatannya. Yang pasti manfaat pijat bayi tidak hanya dirasakan oleh si kecil saja, tapi demikian juga oleh ibu. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan Stunting (Kerdil) telah dilaksanakan pada tanggal 28&nbsp; November&nbsp; 2019 sebanyak 31 orang di Kelurahan Maharani Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Hasil dari kegiatan adalah Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu tentang manfaat pijat batuk &nbsp;pilek pada bayinya dan Ibu dapat mempraktikan cara pijat batuk pilek pada bayinya.Hal ini dilihat dari kemampuan ibu dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri dan kesedian ibu untuk dilakukan praktik pijat kepada bayinya</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/93 PENYULUHAN TENTANG HIPERTENSI PADA LANSIA DAN PELATIHAN SENAM LANSIA 2021-04-26T10:25:13+00:00 Nur Israyati nurisrayati@gmail.com Yulrina Ardhiyanti yulrina@htp.ac.id Ani Triana anitriana@htp.ac.id <p>Lansia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup. Peningkatan umur akan menyebabkan beberapa perubahan fisiologis, pada usia lanjut terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik. Tekanan darah akan meningkat setelah umur 45 -&nbsp; 55 tahun, dinding arteri akan mengalami penebalan oleh adanya penumpukan zat kolagen yang pada lapisan otot sehingga pembuluh darah akan berangsur-angsur menyempit menjadi kaku. Menurut Katzung (2010), pembatasan asupan natrium merupakan pengobatan efektif bagi banyak pasien hipertensi ringan. Pembatasan natrium dapat dilakukan dengan tidak memberi garam pada makanan selama atau sesudah masak dan dengan menghindari makanan yang diawetkan dengan natrium yang besar. Disamping itu, Senam lansia jug dapat dilakukan karena merupakan olahraga ringan dan mudah dilakukan, tidak memberatkan, yang diterapkan pada lansia. Aktifitas olahraga senam lansia membantu tubuh agar tetap bugar dan tetap segar karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berlebihan didalam tubuh Kegiatan penyuluhan tentang hipertensi pada lansia dan pelatihan senam lansia telah dilaksnakan pada hari senin 16 Januari 2017 bertempat di di Halaman Rumah Kadus 3&nbsp; Bagan Laguh Kec.Bunut Kab.Pelalawan yang dihadiri warga setempat. Metode yang dilakukan dengan memberikan penyuluhan, handout, slide gambar dan video yang menarik serta tanya jawab tentang hipertensi pada lansia dan pelatihan senam lansia. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini diharapkan masyarakat terutama para lansia dapat memahami materi yang diberikan mengenai hipertensi dan senam lansia, masyarakat terutama para lansia dapat mengaplikasikan pola hidup sehat serta senam lansia yang sudah didemonstrasikan.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/94 PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG DETEKSI DINI PLACENTA PREVIA MELALUI PENYULUHAN DI DESA KEMANG INDAH KEC. TAMBANG KABUPATEN KAMPAR 2021-04-26T10:31:44+00:00 Wan Anita wan_anita77@yahoo.co.id Lita Nafratilova litanova@gmail.com <p><strong>Abstrak - </strong>Penyebab perdarahan yang terjadi pada ibu hamil adalah plasenta previa. Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan ibu hamil mengalami plasenta previa&nbsp; yaitu multiparitas dan umur lanjut (&gt;35 tahun), paritas, riwayat seksio sesaria&nbsp; dan perokok. Prevalensi placenta previa meningkat tiga kali lipat pada usia di atas 35 tahun karena endometrium tidak subur. Jumlah kematian ibu di Propinsi Riau tahun &nbsp;2018 sebanyak 109 kasus dengan penyebab utama kematian adalah perdarahan 34%. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang salah satunya adalah penyuluhan kesehatan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan&nbsp; di Desa Kemang Indah Kec. Tambang Kab. Kampar, terdapat 11 responden (68,75%) dengan usia &lt;20 tahun&nbsp; &gt; 35 tahun, terdapat 15 responden (93,75%) dengan paritas 2-3, terdapat 15 responden (93,75%) dengan tidak pernah riwayat SC, terdapat 16 responden (100%) dengan tidak ada riwayat SC dan tidak perokok. Nilai mean pengetahuan responden pre test adalah 35 dan post test adalah 70. Kesimpulan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang deteksi dini placenta previa. Diharapkan dari hasil pengabdian ibu hamil dapat bisa melakukan deteksi tentang faktor resiko kejadian placenta previa untuk menghindari kasus perdarahan yang dapat menyebabkan kematian ibu hamil.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors https://prosiding.htp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/95 PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA MENYIAPKAN SISWI PUTRI MENGHADAPI MENARCHE DI SD N 20 SITIUNG 2021-04-26T10:34:58+00:00 Siti Khotimah Sitikhotimah900@gmail.com <p>Menarche merupakan proses alami yang terjadi pada tubuh seorang perempuan yang terjadi secara fisiologi. Menarche disebut juga dengan menstruasi pertama yang bisa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja ditengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Menarche merupakan puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang gadis yang sedang menginjak dewasa. Perubahan timbul karena serangkaian interaksi antara beberapa kelenjar didalam tubuh. Pusat pengendalian yang utama adalah otak yang disebut dengan hypotalamus yang bekerja sama dengan kelenjar bawah otak untuk mengendalikan urutan-urutan rangkaian perubahan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan perubahan pemahanan kepada siswa putri dalam kesiapan menghadapi menarche melalui kegiatan pendidikan kesehatan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan cara memberikan penyuluhan pendidikan kesehatan. Tempat pengadian dilaksanakan di SD N 20 Sitiung. Hasil yang didapatkan sebagian besar siswa putri faham tentang menarce dan memahami bagaimana cara menghadapi proses fisiologi tubuh perempuan dan siap dalam menghadapi menarche. Kesimpulan yang diperoleh siswa putri lebih memahami tentang menarche dan lebih siap dalam menghadapinya.</p> 2021-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Authors