PENGARUH TELUR REBUS DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERENIUM PADA IBU NIFAS DI KLINIK PRATAMA ARRABIH TAHUN 2020

https://doi.org/10.25311/prosiding.Vol1.Iss1.61

Authors

  • Eka Maya Saputri STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Ega Febiola STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Keywords:

Asuhan kebidanan kehamilan, Perineum, Telur Rebus

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya penyulit masa nifas sampai dengan pada kematian puerperium adalah terjadinya infeksi pada luka perineum karena kurangnya perawatan luka yang memadai sehingga dapat menimbulkan perdarahan sekunder kala nifas, dan dapat memicu timbulnya infeksi yang bersifat lokal maupun general. Dampak yang ditimbulkan dari luka jahitan perienum dapat menyebabkan infeksi serta terganggunya gerak dan aktivitas ibu. Percepatan penyembuhan luka dalam masa nifas sangat diharapkan, salah satunya dengan konsumsi tinggi protein yaitu berupa telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian telur rebus terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Metode Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekaan continuity of care diberikan pada ibu nifas Ny. L di Klinik Pratama Arrabih, Kota Pekanbaru dari tanggal 1-5 September 2020. Analisa data dengan membandingkan antara data yang diperoleh dengan teori yang ada. Asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan mengkonsumsi telur rebus untuk penyembuhan luka perineum ini dilakukan selama 5 hari. Hasil akhir terdapat efektifitas konsumsi putih telur rebus terhadap proses penyembuhan luka perineum. Diharapkan kepada penyedia tempat pelayanan  asuhan kebidanan yang sedang menjalankan praktik untuk selalu mempertahaankan pelayanan kebidanan yang sudah ada dan terus mengembangkan ilmu-ilmu terbaru.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2021-04-28

How to Cite

Maya Saputri, E., & Febiola , E. (2021). PENGARUH TELUR REBUS DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERENIUM PADA IBU NIFAS DI KLINIK PRATAMA ARRABIH TAHUN 2020. Prosiding Hang Tuah Pekanbaru, 1(1), 67–74. https://doi.org/10.25311/prosiding.Vol1.Iss1.61

Most read articles by the same author(s)